Walikota Surabaya Ingatkan Kembali Pentingnya Perencanaan Dalam Keluarga dan Peran Orang Tua Terhadap Anak

Walikota Surabaya Ingatkan Kembali Pentingnya Perencanaan Dalam Keluarga dan Peran Orang Tua Terhadap Anak

DSC_0088Pemerintah Kota Surabaya melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana (Bapemmas KB) sukses melakukan Pencanangan Kampung KB. Hal ini juga merupakan bentuk dukungan terhadap program KKBPK. Pencanangan yang digelar pada Kamis pagi (04/08) ini ditempatkan di Balai RW XII kelurahan Sidotopo, Kecamatan Semampir. Walikota Surabaya, Tri Rismaharini meresmikan secara langsung Kampung KB ini

Dipilihnya lokasi tersebut dikarenakan beberapa hal. Diantaranya, Peserta KB Aktif < 50 %, Jumlah Gakin 987 Jiwa, Jumlah anak putus sekolah sebanyak 34 orang serta Angka anak tidak ber akte kelahiran sebanyak 107 orang. “Terpilihnya kampung ini karena mengingat kondisi kampung yang padat penduduk dan KB nya kurang dari 50 persen, angka putus sekolah besar, balita jarang ke posyandu. Sehingga tokoh masyarakat, ketua RW beserta yang lain bersemangat untuk memajukan kampungnya agar menjadi kampung baik dengan keluarga berkualitas”, papar Nanis Chairani selaku Kepala Bappemas dan KB Kota Surabaya dalam laporannya.

DSC_0067

Sementara itu, Walikota Risma dalam kesempatan tersebut menyampaikan banyak hal mengenai pentingnya sebuah perencanaan dalam keluarga dan pentingnya peran orang tua di masa sekarang. “Program KB itu bukan hanya dua anak cukup, tapi juga tentang pendidikan, kesejahteraan keluarga dan perencanaan ke depan. Semua itu butuh rencana,” ujarnya.

Maraknya fenomena kenakalan remaja yang dewasa ini semakin memprihatinkan pun menjadi perhatian khusus bagi walikota perempuan pertama di Surabaya ini. “Saya pernah diberitahu oleh pak kapolres kalau ada anak kelas 1 SMP yang sudah jadi Bandar narkoba, sungguh miris melihat itu semua! Kita sebagai orang tua harus semakin waspada. Jangan biarkan anak kita sekolah tanpa pengawasan kita karena sekarang ini guru mereka tidak cuma 1; ada google, twitter dan lain sebagainya.

Lebih lanjut, ia juga menghimbau kepada seluruh ibu-ibu, para kader, LKMK serta masyarakat luas agar mengaktifkan kembali gerakan datang ke posyandu. “Kita tidak bisa sekedar melahirkan anak, tumbuh kembang seseorang dimulai dari bayi hingga balita karena hal itu akan berpengaruh pada pertumbuhan fisik, mental dan kecerdasan intelektual. Kalau anak-anak kuat intelektual dan mental maka tidak akan ada yang bisa meruntuhkan Negara ini”, ungkapnya.

Sumber : ADPIN JATIM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *