Workshop Percepatan Pencapaian MDGs

Workshop Percepatan Pencapaian MDGs

Millennium Development Goals atau MDGs

Pada September 2000, Pemerintah Indonesia, bersama-sama dengan 189 negara lain, berkumpul untuk menghadiri Pertemuan Puncak Milenium di New York dan sepakat menandatangani Deklarasi Milenium yang dijabarkan dalam kerangka praktis tujuan Sasaran Pembangunan Milenium (Millennium Development Goals atau MDGs) yaitu delapan tujuan yang telah disepakati secara internasional untuk diupayakan tercapai pada tahun 2015 sebagai satu paket tujuan terukur untuk pembangunan dan pengentasan kemiskinan diseluruh dunia. MDGs memfokuskan pada pembangunan dari sisi manusia. 8 poin target-target MDGs 2015 antara lain, Pengurangan kemiskinan, Pencapaian pendidikan dasar, Kesetaraan gender, Mengurangi tingkat kematian anak, Perbaikan kesehatan ibu, Pengurangan prevalensi penyakit menular, Pelestarian lingkungan hidup dan Kerjasama global.

Menyikapi kondisi demikian, BKKBN Provinsi Jawa Timur berinisiasif dengan melakukan terobosan guna percepatan pencapaian MDGs 5B yaitu Mewujudkan akses kesehatan reproduksi bagi semua pada tahun 2011  melalui peningkatan pemakaian kontrasepsi/ CPR bagi perempuan menikah usia 15 – 49 tahun semua cara dan cara modern, menurunkan angka kelahiran remaja (perempuan usia 15 – 19 tahun) serta menurunkan Unmet need (kebutuhan keluarga berencana/KB yang tidak terpenuhi).

Untuk itu BKKBN Provinsi Jawa Timur  bekerjasama dengan Universitas Surabaya menyelenggarakan sebuah “Kegiatan Pioner” berupa workshop,  dimana kegiatan tersebut membahas  penggarapan pencapaian MDGs 5B  khususnya di Jawa Timur yang diupayakan melalui pendekatan akademisi  dan expert dengan merancang format yang sesuai dengan kegiatan PTN/S (misalnya : Pusat Study, KKN, Desa Binaan dll) agar  MDGs 5B tercapai di tahun 2015.  Kegiatam workshop ini juga melibatkan instansi terkait, antara lain Bappemas Provinsi Jawa Timur, SKPD Kab/Kota, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Prov. Jatim serta PTN/S.

 

Peserta Workshop ini  :

–          Perguruan Tinggi  (Rektor & Ketua LPPM)    = 100 orang

–         SKPDKab/Kota(Bappekab/ko & KB)               =   76 orang

–         IBI & P2KP Kota Surabaya                              =   14 orang

–          Pemprov. Jatim & BKKBN                              =  10 orang

= 200 orang

 

Acara ini dibuka oleh Kepala BKKBN (DR.dr.Sugiri Syarief, MPA) dan dihadiri  Sekdaprov. Jatim, Rektor Ubaya.  Pembicara pada work shop  dari Bappeda Provinsi Jawa Timur, BKKBN Pusat dan Ketua LPPM Ubaya.

 

Kegiatan Workshop ini diharapkan adanya komitmen dengan  tersusunnya POA  dari para akademisi dengan pemikiran yang strategis agar tercapai seluruh target MDGs, terutama item 5B yaitu mewujudkan akses kesehatan reproduksi bagi semua pada tahun 2015, dengan indikator keberhasilan meningkatnya pemakaian alat kontrasepsi, menurunnya tingkat kelahiran pada remaja, terlayaninya unmetneed, diharapkan kesehatan reproduksi dapat segera terimplementasi di Kabupaten/Kota dengan seperangkat program spesifik yang dimotori oleh PTN/S.(Er)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *