BKKBN JATIM HARAPKAN OPTIMALISASI BANGGA KENCANA MELALUI REKRUTMEN CPNS

SURABAYA – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), menjadi salah satu instansi yang menggelar rekrutmen calon Aparatur Sipil Negara formasi 2019. Selama dua hari (15-16/2), sebanyak 869 pelamar yang lolos seleksi berkas akan mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dengan Computer Assisted Test (CAT) di Kanreg II Badan Kepegawaian Negara Surabaya. Mereka akan memperebutkan 16 formasi yang dibuka di Perwakilan BKKBN Jatim.

“Alhamdulillah mulai dari kemarin,sampai hari ini tes untuk calon ASN Perwakilan BKKBN Jawa Timur berjalan lancar dan mudah-mudahan tidak ada halangan suatu apapun. Semoga peserta ujian dapat mengerjakan tes dengan tenang, teliti dan banyak berdoa,” papar Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur Drs. Sukaryo Teguh Santoso, M.Pd disela inspeksi ke lokasi ujian, Minggu (16/2).

Pihaknya menaruh harapan pada para calon ASN ini kelak akan mampu memberikan dampak positif dan tambahan kekuatan di jajaran BKKBN Jawa Timur untuk mengoptimalkan program Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana), baik sebagai Penyuluh KB (PKB) di lapangan, maupun karyawan di kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur.

“Kami berharap nanti hasilnya betul-betul bisa diandalkan khususnya untuk PKB dan Karyawan Perwakilan BKKBN Jawa Timur. Saya berharap PKB yang ditempatkan di Kabupaten/Kota dapat legowo”, lanjutnya.

Jumlah Penyuluh KB saat ini belum bisa dikatakan ideal. Penambahan personel yang telah dilakukan beberapa tahun belakangan ini belum mampu menutup kekurangan tersebut. Personel yang masuk belum sebanding dengan PKB yang pensiun ditahun yang sama. Ia memandang, terbatasnya tenaga PKB saat ini kurang memungkinkan untuk dilakukan kunjungan ke desa-desa yang seyogyanya perlu dilakukan secara reguler.

Terkait dengan dengan calon perekrutan baru ini, Drs. Sukaryo Teguh Santoso, M.Pd berharap mereka bisa segera beradaptasi. Berbagai agenda penting seperti pendataan keluarga di tahun 2020. Selain itu, Kepala BKKBN juga telah mematok target angka kelahiran total (TFR) di angka 2,1 di tahun 2024. Ditambah pembinaan-pembinaan di desa yang memerlukan teknik komunikasi yang mumpuni.

“Saya berharap nanti PKB-PKB yang baru segera menyesuaikan dengan lingkungannya, dan belajar dengan senior-seniornya sehingga bisa mengejar ketertinggalan desa-desa yang jarang dikunjungi, serta pembinaan pada kelompok-kelompok kegiatan”, pungkasnya. (Humas)