Konvergensi Perencanaan dan Penganggaran Program Intervensi dan Rembuk Stunting di Kabupaten Banyuwangi

Kamis (16/03), Kepala BKKBN Jawa Timur Dra. Maria Ernawati, MM. menghadiri sekaligus menjadi narasumber Lokakarya Konvergensi Perencanaan dan Penganggaran Program Intervensi dan Rembuk Stunting di Kabupaten Banyuwangi. Kegiatan dilaksanakan di Hotel Santika Banyuwangi dan bekerja sama dengan USAID ERAT.

Hadir dalam kegiatan ini dari USAID ERAT Jawa Timur, Dina Limanto, Perwakilan Bangda Kemendagri, R. Budiono Subambang, Perwakilan Bappeda Provinsi Jawa Timur, Perwakilan DPRD, Perwakilan GSE, PSE dan Partisipasi Publik, Perwakilan Forum Tanggung Jawab Sosial Perusahaan, Satgas Stunting Banyuwangi, TA P3MD dan Perwakilan dari Perguruan Tinggi di Jawa Timur.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Bappeda Kab. Banyuwangi Dr. Suyanto Waspo Tondo Wicaksono, M.Si. beliau mengungkapkan bahwa dalam upaya percepatan penurunan stunting di kab. Banyuwangi, pemerintah telah melakukan kolaborasi diantaranya melalui SKPD, Pihak Swasta, Perguruan Tinggi dan Organisasi non Pemerintah.

“Kami juga mengajak untuk sinergi dari Perguruan Tinggi, meskipun bidangnya hukum tidak masalah, silahkan diskusi dengan saya untuk menghubungkanya dengan kasus stunting” tambah Suyanto yang akrab disapa dengan Pak Yayan.

Sementara itu Dra. Maria Ernawati dalam paparannya mengungkapkan “Upaya dan Strategi BKKBN dalam Penurunan Stunting diantaranya melakukan Pendekatan secara Pemtahelix (multi Sektor), Dana DAK dan Pembentukan Satgas Percepatan Penurunan Stunting”

“Penanganan stunting di Indonesia tidak dapat berjalan baik, tanpa kerjasama yang baik dengan melibatkan multisektor. Maka diperlukanya Konvergensi yang baik dari perencanaan dan penganggaran yang efektif, efisien dari multisektor,” pungkas Erna.